
Melihat kejadiaan di Libya, banyak orang disepenjuru dunia terenyuh, betapa tidak seorang pemimpin yang pernah jaya dan banyak disegani pihak barat akhir kehidupannya begitu tragis. Mati dengan tidak ada penghormatan apapun dari rakyatnya sendiri. Kalau kita lihat siaran tv tak ubahnya maling kepergok yang dihakimi massa. Diluar urusan politik, mungkin rakyat Libya sudah muak dengan kekerasan hati Kaddafi yang kekeh mempertahankan kekuasaannya. Kekerasan hati Kaddafi menimbulkan perang saudara yang banyak mengorbankan rakyat dan menghancurkan negara.
Apa jadinya kalau Indonesia mengalami hal tersebut diatas. Alhamdulillah kita punya Soeharto yang dengan legowo mengundurkan diri. Seorang pemimpin yang berjiwa besar dan tahu dirinya sudah tidak dibutuhkan lagi. Tidak menyusun kekuatan untuk mempertahankan pemerintahannya padahal kalau mau masih banyak yang mendukung beliau.Dan pada akhirnya beliau mangkat dengan penuh kehormatan, disaksikan dengan penuh rasa kagum para teman dan lawan politiknya.
Sekarang kita hanya bisa mengenang bagaimana nikmatnya hidup di era kepemimpinannya yang sangat kondusif. Hanya cerita indah yang akan kita ceritakan pada anak cucu kita bahwa Indonesia ternyata punya pemimpin kharismatik yang selalu tersenyum menyejukkan hati orang2 yang mencintainya dan mengiris hati orang yang membencinya. Yah begitulah selalu ada dua sisi dalam kehidupan ini kalau dimata kita dia buruk tentu di mata orang yang lain baik. Tapi jangan lah yang buruk di besar2kan sampai menutup rapat2 yang baik begitu juga sebaliknya.
Semoga kedepan Indonesia memiliki seorang pemimpin yang berjiwa besar, yang bisa membawa kehidupan bangsa Indonesia keluar dari keterpurukan disegala Bidang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar