Teringat masa kecil dahulu, menjelang Rhamadhan biasanya massal ummat merasa bahagia tapi kita kecil merasakan kegalauan yang luar biasa karena membayangkan harus menahan lapar dan dahaga seharian full dilain pihak kita membayangkan saat berbuka puasa bersama keluarga dengan makanan yang lain dari pada hari biasanya belum lagi membayangkan tarwih bersama teman2 atau jalan 2 ba'da subuh. lebih jauh lagi ...membayangkan lebaran dengan memakai semua yang statusnya BARU
usia sekolah dasar umumnya orang tua muslim sudah mengharuskan anaknya berpuasa penuh, biasanya mereka mengajarkan secara bertahap dimulai puasa setengah hari sampai akhirnya anak sudah bisa dipastikan siap untuk puasa penuh.
Puasa sesungguhnya persiapan individu untuk menghasilkan pribadi yang berkwalitas. Coba banyangkan disaat kita kecil yang kesehariannya biasa makan 3 kali sehari dan tiba2 diajarkan untuk menahan makan dan minum disiang hari. Belum lagi dimasa kini di mana mall menjamur dan kita tidak bisa menghindari untuk tidak mengajak anak2 kita yang baru usia belajar puasa untuk kesana. Di mall kita tidak bisa menghalangi orang untuk tidak makan apalagi anak2 yang non muslim. Disaat anak kita menahan lapar dan dahaga dan terlihat olehnya anak2 menjilati es krim dengan nikmat, timbullah keinginan dalam hati anak kita, terbit pula rasa iba dalam hati orang tua. Tapi bagi seorang muslim harus menguatkan hati sang anak dan dirinya..." anakku...kita adalah muslim ..harus kuat menahannya sampai waktunya " hebatkan
Puasa yang kita lalui sejak dari kita kecil bisa membuat kita menjadi orang berkwalitas yang sangat di butuhkan oleh ummat islam. Islam tak membutuhkan kwantitas tapi lebih mengutamakan kwalitas diri. Adalah sesuatu hal yang sangat luar biasa kalau disekeliling kita melakukan kemaksiatan dan kita tetap teguh bertahan. Kebaikan 2 puasa kalau di hayati dan telah berurat akar didalam diri kita bisa menimbulkan satu ruh dan semangat untuk lebih berkwalitas lagi dari tahun ke tahun. Tak perlu muslim yang banyak untuk memenangkan sesuatu peperangan dengan suatu negara yang besar sekalipun, sesuai firman Allah ( 2; 249 ) ....kam min fiatin kalilatin galabat fiatan kastiratan wal llahu maashabirin....
Lebih jauh lagi puasa adalah perintah Allah untuk mengajarkan kepada hambanya untuk menahan diri sekaligus berlaku hidup yang sehat. Tak sedikit tulisan 2 yang menggambarkan betapa sehatnya orang berpuasa. Menahan diri bukan hanya untuk makan, minum dan nafsu badani saja tapi menahan diri dari segala hal, utamanya mengambil sesuatu yang bukan hak kita secara bathil ( 2; 188 )....kelanjutan ayat2 perintah puasa.
Begitu besar peran pentingnya puasa untuk ummat islam sehingga ayat2 perintah puasa di dahulukan sebelum perintah lebih hebat lagi yaitu ayat2 perang dan haji. Kemenangan hati kita dan hidup kita yang akan diraih dalam berpuasa sebagai modal untuk melakukan persiapan perintah 2 Allah selanjutnya . Semoga dengan puasa Allah menganugrahkan kita ( 2 ; 247 ) ...kaala...innallahas sthafaahu alaikum wa zaadahu basthatan fil ilmi wal jismi....kekuatan ilmu dan sehat jazmani atau dalam keseharian kita akal yang sehat dan tubuh yang kuat untuk menghadapi kehidupan kita dari yang berskala kecil (dalam rumah tangga kita ) sampai yang berskala besar ( dunia global ).
Pahala yang di janjikan oleh Allah bersifat otomatisasi...kalau kita berlaku sesuai dengan yang di ajarkan oleh Allah pasti mendapat ganjaran yang baik dari Nya. Yang terpenting bagaimana kita mempelajari bagaimana puasa itu, apa tujuannya untuk diri kita dan umat islam umumnya ...sehingga kita selalu menantinya dengan ring gembira tidak sama kita menantinya dalam pikiran2 masa keci kita....
MARHABAN YA RHAMADAN....semoga dengan puasa kita menjadi golongan orang yang bertakwa, orang yang berSyukur dan orang yang sehat....amin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar