Kamis, 04 Juni 2015

COBAAN ADALAH RAHMAT DARINYA

Seorang ibu yang putus asa dengan penyakit, membayangkan kehidupan bahagianya dahulu....masa anak2 yang riang gembira, masa remaja yang dihiasi pendalaman religi dan masa dewasa dengan keluarga yang harmonis....tapi sekarang semuanya nyaris tanpa bekas..
perlahan lahan disekanya air mata yang mengalir sambil menggigit bibir agar isakkan tangisnya tak membangunkan suami dan anaknya yang tertidur lelap. Hanya bahunya yang bergetar berusaha menahan kepedihan. Beban hidupnya semakin berat dengan utang yang bertumpuk dan  penghasilan  berkurang, sementara dia sudah malu untuk minta tolong ke orang lain. Takut bercerita ke suami, takut dengan akibat yang tidak jelas.
Pukul 2 dini hari tapi matanya belum bisa terpejam, luka di kakinya yang tadinya hanya luka kecil, mulai melebar dan  seperti bernafas sampai sampai menyisakan rasa pedih. Tiba 2 ingatannya kembali kemasa remajanya air matanya kembali membasahi pipinya....betapa tidak. sekarang rasanya begitu jauh dari Allah. Padahal di masa Remajanya dia begitu getol beribadah, Shalat wajib dan sunnat, segala jenis2 puasa yang diajarkan oleh Allah dan rasulnya selalu dia kerjakan dengan senang hati. Tapi memasuki masa pernikahan , dia disibukkan dengan kehidupan dunia bahkan terlena begitu dalam. Shalat dikerjakan ala kadarnya, lupa dengan ayat2 yang dia telah hafal. Mengejarnya sampai2 tak ada lagi tujuan hidup kecuali kehidupan dunia.
Disaat2 seperti itu tiba2 banyak masalah menimpa, suami kepincut wanita lain, usaha yang semakin melemah dan untang yang menumpuk, Kadang dia bersandar didinding agar tak roboh saat pening tiba, dan puncaknya dia divonis diabetes dengan luka menganga dikaki.
Semenjak kakinya menganga lebar dia tak lagi Shalat sama sekali, tak terpikirkan bagaimana caranya... luka itu pedih terasa bila tersentuh kain. Tapi malam ini dia terasa sangat membutuhkan shalat....perlahan lahan dia bangkit ke tempat whudu dan melilitkan mukenah alakadarnya dan mulailah dia shalat dengan caranya sendiri...isakan tangisnya semakin dalam...sudah lama sekali dia tak merasakan kenikmatan  beribadah. Berusaha mengingat2 ayat2 yang dulu pernah di hapalnya...dan terasa gemuruh didadanya naik turun bercampur aduk antara kebahagian yang tiada tara dan penyesalan meninggalkan kebiasaan2 yang indah.
Di akhir  shalatnya , dia merenung lama tentang kehidupannya....air matanya mengalir...sungguh tak ada yang bisa membantunya kecuali dengan sabar dan shalat.... tak ada yang bisa merubah kehidupannya kecuali dirinya sendiri, muncul lah sebuah semangat baru, ruh baru dalam dirinya..
" aku tak bisa begini terus, aku harus bangkit dari terkepurukan, ya Allah ...aku tak mau mati dalam limpahan utang, aku harus hidup dan semangat menjalaninya " begitu tekadnya. Dan mulai hari itu dia merubah kehidupannya...diawali dengan shalat subuh yang tepat waktu dan tak tidur lagi setelahnya, menyeret kakinya menyelesaikan urusan rumah tangga dari menyapu , mencuci sampai menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Setelah tu dia membuka tokonya berusaha menjual barang2 yang tersisa dan berusaha menyusun taktik supaya usahanya lancar, senyum mulai tampak diwajahnya. Sekarang tak ada yang perlu ditakuti, semua melapangkanya untuk melunasi utangnya, dan dia sudah berani bercerita ke suaminya tentang masalah yang dia hadapi. Suaminya memeluknya dan menenangkannya kemudian berjanji akan menolongnya. Luka dikaki beransur2 sembuh
Semuanya terasa plong, bermula hanya karena luka kecil yang Allah kirimkan dan menjadikan hidupnya yang berubah drastis. Setelah banyak belajar agama barulah tersadar kebenaran bahwa alQuran adalah obat untuk kehidupan , obat fisik maupun mental, baru tersadari bahwa begitu manusia membutuhkan shalat dan doa dan begitu dahsyatnya ayat 2 yang diajarkan Allah untuk ummatnya sampai 2 mampu menyembuhkan dirinya dan memberi semangat yang begitu besar untuk hidup." Trimakasih Ya Rabbi....Engkau mencubitku pada saat yang tepat...hanya karena luka kecil itu hidupku berubah ".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar